Teori Konflik Ralf Dahrendorf

 

 

Tak lama setelah pengumuman kelulusan SMA Pada tahun ajaran 2019/2020 saya tergabung dalam salah satu Pabrik yang bergerak dalam bidang manufaktur expor impor garmen. Ada banyak hal baru yang saya temui, hal yang sebelumnya tak dijelaskan secara gamblang dalam dunia sekolah. Hingga saat ini setelah saya memutuskan untuk resign yang paling berkenang adalah bagaimana  kita sebagai karyawan mendapatkan target yang ditetapkan oleh perusahaan. Dimana dalam mencapai target tersebut kami diawasi oleh manager produksi yang mengambil seluruh keputusan untuk mencapai target yang ditentukan. Dan apabila target tidak dapat tercapai  kami selaku karyawan mendapatkan jam tambahan kerja tanpa adanya hitungan lembur. Dimana pada kasus ini, karyawan tidak bisa dan tidak diperkenankan untuk meninggalkan pekerjaan tanpa adanya target yang tercapai. Keputusan semacam ini lahir dari manager sebagai pemangku jabatan  yang memiliki otoritas lebih di area produksi dibandingkan dengan dengan operator produksi. Bagi saya pengalaman diatas merupakan contoh tentang Teori Konflik karena  kestabilan dalam produksi terjadi karena adanya keterpaksaan antara operator produksi dan kebijakan yang dilahirkan oleh manager produksi.

Saya mengenal teori konflik Ralf Dahrendorf dari buku Teori Sosiologi Modern oleh Bernard Rahoo  (2021). Dimana dalam buku tersebut menjelaskan teori konflik  Rafl Dahrendorf sering kali disebut sebagai teori dialektik. Teori ini muncul sebagai reaksi atas teori fungsionalisme structural yang didalamnya kurang memperhatikan konflik dalam masyarakat. Teori konflik merupakan  suatu perspektif yang memandang masyarakat sebagai sitem sosial yang terbentuk atas kepetingan yang berbeda-beda dan adanya suatu usaha untuk menaklukan komponen lain yang berguna untuk memenuhi kepetengin lainya. Teori ini merupakan kombinasi antara penerimaan dan penolakan serta modifikasi teori sosiologi Karl Marx.

Teori ini diperkenalkan oleh Rafl Dahrendorf seorang sosiolog Jerman yang lahir pada tahun 1929. Ia merupakan seorang sarjana dari Eropa yang sangat memahami teori Marxian. Dia berusaha untuk membangun suatu teori konflik yang kritis terhqadap masyarakat. Lewat teorinya ia menerjemahkan pikiran Marx kedalam teori sosiologi. Dan ia memulai teorinya dengan bersandar pada fungsionalisme structural dan mengatakan bahwa keseimbangan atau kestabilan bisa bertahan dan ada, itu dikarenakan Kerjasama yang suka rela. Sedangkan dalam teori konflik, kestabilan atau keseimbangan itu terjadi karena adanya paksaan . dari hal itu mengartikan bahwa dalam masyarakat ada beberapa posisi yang mendapatkan kekuasaan dan otoritas untuk menguasai orang lain sehingga kestabilan tercapai dengan baik. Kekuasaan atau otoritas yang dimiliki  itu tidak terdapat dari dalam pribadi, melainkan terletak pada posisi posisi yang ditempati.

 

 

Referensi

Dahrendorf, R. (1964). Homo sosiologis. Dalam Homo Sociologicus (hlm. 13-96). VS Verlag für Sozialwissenschaften, Wiesbaden.

Kühne, O., & Leonardi, L. (2020). Ralf Dahrendorf: Antara teori sosial dan praktik politik . Alam Musim  Semi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEKAP

PISAH

Perempuan Karir dan Teori Pilihan Rasional James S Coleman