Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

PERGI

Masih banyak hal yang disayangkan tentang sebuah perasaan atau sebuah dendam yang seharusnya kuredam. Hari-hari telah berlalu, sedangkan aku masih bertalu-talu tanpa rasa malu.Ya bertalu tentang rindu yang tak pernah menemukan titik temunya. Kau pergi, menghilang, mengalir dengan tenang dalam kerusuhan. Rusuhnya hati  mempertanyakan pantaskah aku merindukanmu? Sebelumnya alam telah bersuara, untuk apa kita bersua kalau hanya berujung luka? rumputlaut

RINDU

Kerinduan membuatku dendam akan garis pertemuan ataupun senyuman. Mega mendekap mesra rintik air yang siap jatuh, perlahan dekapan mesra itu pudar. Satu persatu rintik air jatuh membasahi bumi. Kali ini hujan sisakan genangan dan kenangan. lebih tepatnya kenangan yang membuatku tergenang. Awan dilangit telah meneskan bulir Kuasa-Nya. Lalu bagai mana dengan mata indahmu yang berikan keteduhan pada siapapun kalamemandangnya? apakah matamu meneteskan air yang sama? rumputlaut

PISAH

Adang aku digaris perpisahan bernadakan kehangatan. Sedangkan, dinginnya malam tak perlu dijelaskan. Jelas nyata dan jelas ada. Tapi... Kisah kita hanya bergurat saja, semakin dalam tanpa sebuah perasaan. Hanya ada kebencian yang harus diredam dan kecintaan yang didendam. Melangkahlah, menatap mantap. Tak perlu menetap untuk letakan sebuah harap. rumputlaut

DEKAP

kerinduan membuatku dendam akan garis pertemuan ataupun senbasahi bumi. kali ini hujan sisakan genangan dan kenangan. lebih tepatnya kenangan yang membuatku tergenang.awan dilangit telah meneteskan bulir Kuasa-Nya. lalu bagai mana dengan sayup matamu yang berikan keteduhan pada siapapun kala memandangnya? apakah matamu juga meneteskan air yang sama? rumputla yuman. mega mendekap mesra rintik yang siap jatug membumi, perlahan dekpan mesra itu pudar. satupersatu rintik air jatuh mem   S  ut